Tuesday, December 2, 2008

AGUS MUSTOFA

agus mustofaAgus Mustofa lahir di Malang, 16 Agustus 1963. Ayahnya, Syech Djapri Karim, seoran tarekat yang intens, dan pernah duduk dalam Dewan Pembina Partai Tarekat Islam Indonesia, pada zaman Bung Karno. Maka sejak kecil ia sangat akrab dengan filsafat seputar pemikiran Tasawwuf. Tahun 1982 ia meninggalkan kota Malang, Jawa Timur, dan menuntut ilmu di Fakultas Teknik, jurusan Teknik Nuklir, Universitas Gadjahmada, Yogyakarta. Selama kuliah itulah ia banyak ber-singgungan dengan ilmuwan-ilmuwan Islam yang berpemikiran modern, seperti Prof Ahmad Baiquni dan Ir Sahirul Alim MSc, yang menjadi dosennya. Perpaduan antara ilmu tasawwuf dan sains itu telah menghasilkan tipikal pemikiran yang unik pada dirinya, yangg guru disebutnya sebagai ‘Tasawwuf Modern’. Pendekatan tasawwuf dalam kekinian. Kekritisannya dalam melakukan analisa semakin terasah sejak dia bergabung di Koran Jawa Pos, Surabaya, pada tahun 1990, sebagai wartawan. Kemudian ia juga bergelut di media televisi lokal, milik Jawa Pos, dimana ia pernah menjadi General Managernya. Kini, arek Malang berputra empat itu memutuskan untuk memfokuskan diri melakukan syiar ilmu Allah di masjid-masjid, di kampus, dan berbagai instansi atau perusahaan, serta berdiskusi dalam format yang khas, yaitu Islam, Sains dan Pemikiran Modern. Demi Syiar itu juga, ia bertekad untuk terus menulis buku serial diskusi Tasawwuf Modern, dari sudut pandang sains dan pemikiran modern, setiap 3 bulan sekali.

“Assalamu`alaikum WR. WB.”
Dengan adanya blog ini saya ingin mengajak pengunjung blog saya untuk berdiskusi, belajar bersama, saling tukar informasi atau sharing mengenai semua ilmu karena tiada lain semua ilmu itu bersumber dari Allah.
Kebetulan saya mempunyai topik yang sangat menarik untuk didiskusikan dan semoga ada manfaat yang bisa diambil maupun diaplikasikan dalam kehdupan kita, amin.
Yaitu mengenai ustad Agus Mustofa dan buku-buku yang sudah beliau buat. Tidak sedikit yang pro dan tidak sedikit pula yang kontra terhadap statement-statement beliau, karena bermacam alasan. Di sini saya berpihak kepada statement pak Agus Mustofa atau pro pada pak Agus Mustofa, tetapi saya tidak bilang pak Agus Mustofa itu paling benar sebagaimana juga saya tidak bilang pendapat semua pengunjung blog saya ini paling benar dan saya tidak bilang pak Agus Mustofa itu salah sebagaimana saya juga tidak bilang pendapat semua pengunjung blog saya ini salah, karena seperti yang sudah kita ketahui `kesempurnaan hanya milik Allah`. Hanya saja saya salut kepada pak Agus Mustofa yang beragama tidak hanya ikut-ikutan, terbukti dari kesimpulannya yang tidak hanya kontroversi tetapi semua kesimpulannya bisa dipertanggung jawabkan. Beliau meskipun baru sekitar 6 tahun namanya terkenal di Indonesia yang masih banyak orang menyepelekan tafsirnya, karena seperti pengalaman saya, banyak teman-teman saya yang beragama hanya kepada orang yang sudah terkenal lama sudah punya title sudah menjadi legendaris sudah membuahkan tafsir-tafsir yang disetujui para ulama atau kyai seperti tafsir Ibnu Katsir, tafsir al-Misbah karya pak Quraish Shihab, dll. Kebanyakan teman belajar agama melihat latarbelakang orang yang mau diguruinya, memang prinsip ini tidak sepenuhnya salah, tetapi yang disalahkan mereka hanya mau belajar dari orang yang sudah terkenal tadi seperti yang sudah saya contohkan di atas. Meskipun ada kesimpulam baru tentang Islam yang bagus tetapi yang memberi kesimpulan berlatarbelakang kurang atau tidak sesuai seperti pak Agus Mustofa yang berlatarbelakang lulusan teknik nuklir yang mereka anggap tidak ada kaitannya sama sekali dengan Islam. Saya rasa atau bukan saya rasa saja tapi saya nyatakan mereka ini sudah menyepelekan orang lain sudah salah dalam berprinsip. Saya jadi teringat dengan petuah orang tua saya/ayah saya, begini kata beliau, “nak, ambilah setiap ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan kamu di dunia dan di akherat kelak dan jangan pernah melihat dari mana sumbernya, asalkan itu bermanfaat, baik dan halal ambilah untuk bekalmu. Contohnya seperti kamu mengambil sebutir telur emas yang keluar dari bokong ayam”. Ternyata ucapan orang tua saya itu tadi telah mencerahkan pikiran saya, dan akhirnya saya dapat menyimpulkan ucapan ayah saya tadi. Semua yang ada di dunia ini adalah guru kehidupan, dari air, pohon, lebah, anak kecil, orang tua, semuanya mempunyai manfaat, tinggal pada kitanya dalam mencaritahu agar bisa mengambil pelajaran itu kecuali satu yang tidak ada manfaatnya sama sekali yaitu Iblis dan kawan-kawannya yang hanya membawa kepada kesesatan semata. Contoh pelajaran yang bisa kita ambil dari salah satu yang saya sebutkan di atas misalnya pohon mangga, ambilah pelajaran dari pohon mangga yaitu dilempar batu menjatuhkan buah mangga, ketika kita disakiti kita beri orang itu dengan kebahagian. Memang naif rasanya jika hanya bicara, jujur memang sulit sekali mengaplikasikannya dalam kehidupan, biasanya ketika kita disakiti kita justru membayar dengan balasan yang sama atau lebih. Tetapi percayalah, jika kita bisa menirukan filosofi pohon mangga insya Allah kehidupan di dunia ini akan menjadi tentram karena tidak ada yang bermusuhan ataupun dendam.
Semoga dengan penjelasan singkat di atas, diantara kita yang belum sadar tentang mencari seorang guru, kini semakin terbuka hatinya dalam mencari guru kehidupan. Semua yang ada di dunia ini adalah guru kehidupan kecuali satu yang tidak bermanfaat yaitu Iblis dan kawan-kawannya. Belajarlah dari siapa saja meskipun bersumber tidak baik kalau memberi kebaikkan maka ambilah kebaikkan itu sebagai ilmu untuk bekal kehidupan.
Kembali kepada seseorang yang kini (tahun 2008) sudah membuat 19 seri buku diskusi tassawuf modern dan 2 buku tentang `nuklir`, yaitu pak Agus Mustofa. Banyak diantara kita, atau pengalaman saya, banyak teman-teman saya yang tidak setuju dengan kesimpulan ketidakekekalan akherat pak Agus Mustofa. Ada yang pernah bilang, “pak Agus Mustofa ini orangnya sok tahu sekali seperti yang sudah pernah ke akhirat”. Padahal ternyata di sini bukan memberikan pernyataan sudah/sudah ke akherat tetapi menyatakan sesuatu ketidaksengajaan yang berbeda dengan kesimpulan yang dari dulu sampai kini atau yang menyimpulkan bahwa akhirat itu kekal, ternyata di sini ialah hasil kesimpulan pak Agus Mustofa setelah mentafsir ulang semua ayat yang menceritakan tentang kekekalan akherat, dan pak Agus Mustofa pun terkejut hingga mengatakan oh, ternyata akherat tidak kekal ya. Beliau sempat mikir kembali, ah apa benar pendapat saya ini !?, selama ini yang saya tahu dan kebanyakan orang tahu akhirat itu kekal, ah..sepertinya saya sudah salah dalam menafsirkan ayat tentang ketidakkekalan akherat. Rasanya akherat itu memang kekal, tetapi kenapa kesimpulan saya seperti ini !?. Selengkapnya buat para pembaca blog ini, langsung saja tanyakan pak Agus nya, kenapa beliau terus mempertahankan kesimpulannya itu.
Saya takut salah dalam menjelaskannya kepada para pembaca blog saya, lebih baik tanyakan orangnya langsung. Tetapi saya akan coba mengarahkan, kenapa akhirnya pak Agus bisa mempertahankan sebenarnya bukan mempertahankan sih, tapi ya, memang itulah yang diceritakan atau ditunjukkan oleh al-qur`an.
Baiklah saya coba arahkan kepada para pembaca blog ini. Kekekalan akherat itu tergantung pencipta. Di ayat dijelaskan neraka dan surga kekal selama langit dan bumi masih ada, tidak jauh halnya dengan matahari akan terbit selama tidak terbenam di timur. Jadi kekekalan akherat yang pertama yang pasti tergantung oleh sang pencipta, dan di qur`an dijelaskan selama langit dan bumi masih ada. Banyak yang menafsirkan akherat itu kekal adanya yang menjelaskan selama langit dan bumi masih ada di sini bermacam-macam tafsir berbeda., Dan kebanyakan orang bilang, muslim yang masuk neraka setelah mengalami siksaan bisa masuk surga, diambil dari jika Allah menghendaki (yang lain) Q.S Huud 106-108. Kalau kesimpulan pak Agus ialah yang kekal itu orang yang sudah masuk di neraka maupun di surga, dari ayat mereka kekal di dalamnya, siapa yang kekal? Mereka yang di dalamnya Q.S Huud 106-108. Karena di akherat sudah tidak ada lagi amalan kebaikkan atau keburukkan yang akan diperhitungkan. Jadi yang di neraka ya di neraka tidak bisa ke surga, karena sudah tidak adanya amalan. Yang kedua ialah akherat kekal selama langit dan bumi masih ada, yaitu kehidupan di akherat lebih lama dibandingkan kehidupan di dunia, karena manusia dalam periode akherat mengalami kehidupan full atau penuh dari dimulainya periode akherat sampai kembali kepadaNya, berbeda dengan kehidupan manusia yang hidup di dunia yang hanya beberapa tahun, bandingikan saja umur manusia modern itu paling lama 60, 70 sampai 100 tahun kita hidup. Jelas saja kekal bila yang dibandingkan dengan kehidupan akherat yang full yang lebih dari 15miliyaran tahun (wallohu a`lam berapa) angka 15 miliyar tahun hanya sebagai contoh saja, contoh perbandingan. Seperti dijelaskan dalam Q.S Anbiyaa`104. (Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran - lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. Langit ini atau alam semesta ini dulunya satu padu seperti yang dijelaskan oleh Q.S Anbiyaa` 30, terus meledak atau teori ini disebut ledakan big bang dalam ilmu fisika. Dan pada Q.S Anbiyaa` 104 langit ini akan digulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas untuk memulai periode akherat. Nah di bawahnya dijelaskan lagi Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya, berarti periode akherat pun sama dengan saat penciptaan alam semesta sekarang ini. Yaitu dari satu padu terus diledakkan, melebar menjadi alam semesta dan digulung memulai periode akherat, dalam periode akherat pun langit menjadi langit yang baru dan akan digulung kembali seperti menggulung alam semesta di saat periode kehidupan dunia hanya bedanya ketika alam akherat digulung yang ada bukan kehidupan yang lain tetapi kembali padaNya ke sisiNya Q.S Qashash 88, (wallohu a`lam). Yang pasti, jangan sampai keimanan kita goyah dan saya rasa keimanan kita tidak akan goyah jika hanya menyimpulkan akherat tidak kekal yang pasti kita harus seyakin-yakinnya bahwa kehidupan akherat itu memang ada, inilah yang sebenarnya harus diimani, masalah akherat kekal atau tidak kekal itu bergantung kepada pribadi masing-masing, kualitas ibadah masing-masing, karena sesungguhnya pertanggung jawaban di akherat nanti ialah sendiri-sendiri. Dan beragamalah dengan terus mencari misteri Illahi yang bukan hanya beragama ikut-ikutan, warisan maupun KTP. Masih banyak sebenarnya yang masih mau saya ungkapkan, tetapi segini dulu saja, karena pembaca takut bete/bosan membacanya, dan ada baiknya pembaca memberikan tanggapan biar kita diskusikan bersama. Dalam bulan ini cukup satu pembahasan dulu yaitu tadi, membahas buku karya pak Agus Mustofa yang “Ternyata Akherat Tidak Kekal”. Nanti selanjutnya baru ke buku-buku yang lainnya. Oh ya..masih ingat ucapannya atau syair lagunya almarhum Chrisye? “Jika Surga Dan Neraka Tak Pernah Ada Masih Kah kau Sujud KepadaNya?”. Pesan saya, beribadahlah untuk mendapatkan cinta Allah, rahmat Allah, bukan Allah dijadikan sebagai fasilitator untuk mendapatkan Surga, berarti kalau begitu Surga lebih segalanya dong daripada Allah? Inilah yang sudah disebut menduakan Allah, naudzubillah minzalik. “Wallohu A`lam”.
Buat para pembaca/pengunjung blog saya ini, yang ingin beli/atau baca bukunya pak Agus Mustofa bisa kirimkan pesan ke saya via e-mail, alamatnya : q-dhar@plasa.com. Mungkin bagi yang dekat rumah saya dapat minjam buku saya, silahkan saja main ke rumah. Dan yang mau beli silahkan hubungi saya via e-mail. Hampir semua buku-bukunya pak Agus Mustofa best seller. Di antaranya buku “Pusaran Energi Ka`bah” selain best seller, buku ini juga sudah Go Internasional. Dan buat pengunjung blog, jika ada yang mau jual buku, buku tentang apa saja asalkan tidak berbau SARA, Politik, Pornografi, Terorisme, dll yang negatif, silahkan iklankan saja di blog ini, baik di posting comment maupun di shout mix. Oh ya, kini selain buku, pak Agus Mustofa juga sudah membuatnya dalam bentuk VCD atau video. Pak Agus juga menjelaskan tentang manfaat puasa ilmiah di buku "untuk apa berpuasa" menarik untuk dibaca, untuk kesehatan kita. Buku-buku terbitan Padma Press semuanya sekarang hampir hard cover, jadi bukunya lebih awet dan tidak cepat rusak.


Tambahan pada bulan Desember 2008 :

Tgl 04 : Saat ini Agus Mustofa telah menyelesaikan bukunya yang ke-20 dengan judul "Beragama Dengan Akal Sehat". Meskipun saya belum membelinya, tetapi saya sempat membaca sedikit kata pengantarnya. Pada tanggal 29 November 2008 kemarin di Masjid As-Sajadah BSD Melati Mas Residence, saya menghadiri kajian Agus Mustofa. Dan disitulah saya melihat buku yang ke-20 itu. Buku itu (Beragama Dengan Akal Sehat) diberi oleh kata pengantar. Diantaranya bapak presiden SBY, Ust. Abu Sangkan, Taufik Ismail, Bpk. Herry (kalau saya tidak salah namanya) beliau adalah Kepala HRD SCTV, dll. Agus Mustofa sampai dua kali diundang ke kediaman bapak presiden SBY di Cikeas.

Related Posts by Categories



Bookmark and Share

0 comments: