Zilong Mobile Legends

Showing posts with label BUKU TERBITAN PADMA PRESS. Show all posts
Showing posts with label BUKU TERBITAN PADMA PRESS. Show all posts

Thursday, January 14, 2010

MENJADI HAJI TANPA BERHAJI

MENJADI HAJI TANPA BERHAJI


Haji Nusantara kita kebanyakkan pada saat ini tidak begitu paham akan makna haji yang sesungguhnya. Buku haji yang dijual di toko-toko buku juga begitu banyak yang hanya menjelaskan kisah atau sejarah perjalanan dan ongkos naik haji saja tanpa menjelaskan makna haji yang sesungguhnya. Buku seri ke-24 karya Agus Mustofa ini yang berjudul MENJADI HAJI TANPA BERHAJI memberikan suatu sudut pandang baru sehingga atmosfer pemikiran mengenai makna haji yang sesungguhnya bisa dirasakan. Haji Nusantara kita pada zaman ini inginnya selalu dilayani termasuk dalam melaksanakan ibadah haji. Maka dari itu cukup banyak haji nusantara kita yang setelah pulang haji tidak mendapatkan makna apa-apa yang biasa disebut sebagai haji mabrur.

Beberapa informasi haji tertuang di wikipedia, tetapi artikel-artikel itu masih kurang memadai untuk memaknai arti haji yang sesungguhnya. Di buku haji karya Agus Mustofa dan buku pusaran energi ka`bah karya Agus Mustofa menjelaskan betapa pentingnya memaknai haji dan umrah dari sudut pandang Qauliyah atau Qur`an dan juga Kauniyah atau ilmu ilmiah atau sains.

Di buku ke-24 karya Agus Mustofa yang berjudul Menjadi Haji Tanpa Berhaji ini juga disisipkan cerita haji yang beliau pernah alami di saat menunaikan ibadah haji dan umrah. Dari pengalamannya itulah beliau memiliki statement-statement baru mengenai haji hingga beliau membuat jurnal haji dan program pelatihan haji.



Data buku "Menjadi Haji Tanpa Berhaji" :

Penulis : Agus Mustofa
Penerbit : PADMA PRESS
Jl. Raya Taman Indah No. 9 - 11, Mananggal, Surabaya, Jatim, Indonesia. HP: 081 330 461 462. (Ibu anna Ratnawati), 085 646 111 555. TelP: (031) 8282871
ISBN: 978-979-1070-22-5
CETAKAN:Oktober 2009.
TEBAL: 272

Untuk pemesanan online dan melihat Katalog Buku Agus Mustofa lainnya silahkan kunjungi http://katalogbukuagusmustofa.blogspot.com

READMORE

Bookmark and Share

Monday, May 25, 2009

HEBOH SPARE PART MANUSIA

HEBOH SPARE PART MANUSIATelah terbit buku serial diskusi tasawwuf modern karya Agus Mustofa yang ke-22 dengan judul "HEBOH SPARE PART MANUSIA".



Perkembangan ilmu kedokteran yang demikian pesat telah membuat tergagap-gagap umat atau bahkan para `ulama`.

Belum tuntas tentang perdebatan transfusi darah, sudah muncul perkembangan baru tentang transplatansi organ. Belum tuntas bicara soal bayi tabung, sudah muncul kloning. Belum tuntas juga bicara tentang aborsi, sudah muncul teknologi stem sel.

Bahkan kini muncul reprogamming sel yang sangat menghebohkan. Bahwa, usia sel manusia ternyata bisa distel untuk mundur menjadi muda kembali..!

Dengan buku ini, pak Agus Mustofa ingin mengajak umat Islam khususnya para ulama untuk menyadari betapa perkembangan ilmu-ilmu `keduniawiaan` itu luar biasa pesatnya.

Sehingga kalau umat Islam dan para ulamanya tidak paham tentang hal ini, yang terjadi adalah kebingungan masyarakat tentang apa yang seharusnya dikerjakan. Inilah saatnya Islam mendampingi perkembangan peradaban modern yang demikian pesat dan hampir-hampir kehilangan kendali.


Agus Mustofa


Gambar di atas adalah gambar pak Agus Mustofa dengan Prof DR. dr. S. Taat Putra Ms sedang mendiskusikan stem sel.




Buat teman-teman jika ingin memiliki buku terbaru pak Agus Mustofa atau buku-buku seri sebelumnya karya pak Agus Mustofa, saya siap membantu teman-teman mendapatkan buku karya beliau.. Untuk harga per buku (dari seri 1 sampai seri ke-22) yaitu Rp 50.000,- karena buku yang dulu-nya seharga Rp 40.000,- kini sudah ganti soft cover.

Untuk melihat KATALOG, cara pengiriman/transaksi pembayaran dan memesan lewat email silahkan KLIK DI SINI atau pesan via handphone di 085880656671 (Wahyu).


Semoga bermanfaat.

READMORE

Bookmark and Share

Wednesday, April 22, 2009

MENGISLAMKAN ORANG ISLAM

MENGISLAMKAN ORANG ISLAM


Buku pertama Sujana W.S yaitu berjudul "MENGISLAMKAN ORANG ISLAM". Buku Mengislamkan Orang Islam yang diterbitkan pada cetakkan pertama yaitu pada tahun 2007 dengan ISBN 978-979-1070-09-6. Dan buku ini terbit atas naungan "PADMA PRESS" yang juga sama penerbit-nya dengan buku-buku karya Agus Mustofa. Karena setahu saya Padma Press itu didirikan oleh Agus Mustofa dan beliau-lah yang memiliki.

Buku Mengislamkan Orang Islam ini mengajak kepada kita dalam memahami arti Islam yang sesungguhnya. Bagaimana-kah seseorang sudah bisa dikatakan Islam? apakah atas pernyataan saja bahwa diri-nya sudah Islam? apakah hanya dengan mengucapkan dua (2) kalimat syahadat seseorang sudah dikatakn Islam? atau apakah karena di KTP-nya dituliskan agama-nya Islam?.

Banyak diantara kita yang mengaku Islam, padahal dia belum begitu paham dengan Islam. Contoh-nya.... shalat saja tidak bisa atau belentang belentong (kagak karuan), tidak mau menjalankan puasa atau kadang puasa kadang tidak, tidak mau zakat/sedekah atau zakat dan sedekah-nya hanya untuk pamer semata, begitukah orang Islam?. Banyak yang mengaku-ngaku bahwa dirinya Islam, padahal hanya Islam KTP, hanya Islam warisan atau hanya Islam yang ikut-ikutan, bukan Islam yang didapat atas hasil pencarian.

Kata singkat di buku karya Sujana W.S ini adalah "SUDAH ISLAMKAH KITA?".

Semoga kita dapat terus belajar, memahami, memperbaiki, dan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya (istiqamah) untuk bisa menjadi seseorang yang Islam...amin...

READMORE

Bookmark and Share

Tuesday, March 31, 2009

MELAWAN KEMATIAN

MELAWAN KEMATIAN

Ada yang merasa merinding atau merasa takut dengan judul di atas ? Atau bahkan senang karena bisa melawan kematian ? Apakah Anda sudah siap untuk mati ? Bukan ! bukan untuk mati, tetapi untuk hidup yang sesungguh-nya. tahun demi tahun, bulan, hari, jam, menit, sampai detik, terus berlalu. Dan kita sedang mengejar "KEMATIAN" itu. "SADAR" kah saya, Anda, dia, dan semua ciptaan-Nya ? bahwa hidup yang sekarang ini hanya sekedar "MIMPI" atau sendau gurau belaka saja ! Kenapa hidup yang hanya singkat ini, yang fana ini bisa kita bangga-banggakan dengan kesombongan, kekayaan, jabatan ? Kita sadar kita akan mati, bukan ! sekali lagi bukan untuk mati, tetapi untuk menuju kehidupan yang kekal di akhirat.

Tema yang kontroversi ini sengaja saya ulas di sini. Agar "SADAR"-nya kita akan kematian dan cara menjemput kematian itu sendiri. Sekarang-sekarang ini saya sangat prihatin dengan masyarakat di Negri kita ini. Banyak diantara saudara-saudara kita yang mati-nya dengan cara tidak wajar seperti mati dengan cara "BUNUH DIRI" yang dilakukan dengan cara-cara yang berbeda pula. Sebenarnya masalah-nya cukup simple kalau tidak karena "EKONOMI", ya karena "CINTA". Seperti yang kita tau negara kita ini sekarang memang masih banyak kemiskinan, sulitnya mencari sesuap nasi, sulitnya mencari kerja dan sulitnya bersekolah tingkat tinggi. Standart negara ini untuk sekarang bantuan operasional sekolah hanya sampai tingkat SLTP saja. Sedangkan perusahaan-perusahaan untuk bisa merekrut tenaga kerja yaitu yang lulusan pendidikannya minimal SMA atau sederajat. Sedangkan yang SMA atau sederajat saja sekarang sulit untuk mencari kerja, dan apalagi sekarang sedang "KRISIS GLOBAL", dan pertanyaan selanjutnya "DAN APALAGI?". Bisa dibayangkan sendiri oleh Anda, bagaimana nasib seseorang yang hanya berpendidikan "SLTP" untuk saat ini ? Tetapi bukan dengan cara bunuh diri untuk lepas dari kemiskinan atau kesulitan hidup. Allah melarang manusia untuk putus asa apalagi bunuh diri. Untuk bisa lepas dari kemiskinan, Allah di dalam firman-Nya menyuruh kita agar selalu berusaha, bedo`a dan berserah diri atas apa yang telah kita lakukan. Insya Allah, akan ada takdir terbaik untuk kita, asalkan kita tau bagaimana cara browsing takdir, membuka password untuk bisa mengambil takdir, memilih file-file takdir yang baik, dan bila sudah kita tentukan file mana saja yang mau kita ambil, lalu download takdir itu. Memang cukup banyak di antara kita yang belum mengerti tentang bagaimana cara browsing, membuka password, memilih file, dan mendownload takdir. Bagi Anda yang sudah membaca buku "MEMBONGKAR TIGA RAHASIA" karya Agus Mustofa, di buku itu pak Agus sangat gamblang dalam menjelaskan hal takdir. Dengan apa kita browsing, dengan password apa untuk kita bisa mengambil takdir baik, dengan cara apa biar proses download takdir lancar dan super cepat. Ditambah lagi di buku itu dijelaskan "GRAND FORMULA" atau rumus segala sesuatu (theory of everything). Pak Agus membantah tesis "RHONDA BYRNE", Rhonda Byrne menganggap bahwa hukum alam ini tarik menarik, jadi kalau kita berbuat baik maka alam pun akan berbuat baik. Byrne menjelaskan dalam buku-nya yang berjudul "THE SECRET". Tetapi menurut Pak Agus, hukum alam bukan hanya tarik menarik tapi juga ada hukum alam tolak menolak, dan hukum-hukum global yang biasa kita kenal di pelajaran Fisika.

Di atas tadi hanya bayangan sedikit mengenai buku pak Agus yang berjudul "MEMBONGKAR TIGA RAHASIA". Kita lanjut ke topik, yang kedua ialah masalah "CINTA". Orang hanya demi cinta bisa melakukan hal-hal yang di luar nalar (EXTREME) atau apa saja. Ketika seseorang sudah mempasrahkan cinta-nya kepada orang yang dia suka, maka setelah tau bahwa seseorang yang dia cintai itu meninggal atau main serong dengan orang lain. Hidup-nya pun langsung tak terarah, karena mata hati-nya sudah ditutupi oleh cinta dan akhirnya karena frustasi, depresi dan sebagainya, dia rela bunuh diri. Untuk masalah percintaan, sebenarnya kita itu hidup memang harus punya cinta atau seseorang yang kita cintai. Tetapi yang "HARUS" sangat sangat kita cintai yaitu Allah saja. Kenapa ? karena tanpa kita sadari, siapakah yang mengatur denyut jantung kita ? siapakah yang memberikan oksigen untuk kita bernafas ? bisa-kah kita mematikan kuku agar tidak tumbuh, lebih dahsyat lagi siapakah yang mengatur alam semesta yang sangat seimbang itu dan menakjubkan, Subhanallah.... Sekarang, layak-kah kita untuk terlalu cinta kepada seseorang ?! Allah, tanpa kita sadari telah memberikan segala-nya untuk kita, untuk kelangsungan hidup kita. Maka rumus sederhana-nya ialah, bagi orang yang sangat mencintai Allah, maka Allah akan membalas cinta-nya lebih besar dan takdir pun akan lebih baik....

Inti-nya, bisa-kah kita melawan kematian ? banyak diantara kita yang berpendapat bahwa kematian seseorang itu sudah ditentukan sejak sebelum lahir atau sejak berada di dalam kandungan, kapan orang itu mati, di mana matinya, matinya kenapa, dll. Padahal, Allah sendiri melarang jelas kepada ciptaan-Nya dalam Q.S An-Nisaa` ayat 29 yang berbunyi :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Sebenarnya, kita itu bisa melawan kematian.. Di dalam tubuh kita itu sudah ada yang nama-nya "TELOMER" yaitu suatu gen sebagai indikator lifetime kita (waktu hidup kita). Ada yang dilahirkan dengan telomer yang panjang yang berarti usianya bisa sampai 100 tahun, tetapi karena dia perokok berat, sering begadang, sering mengkonsumsi obat-obat di luar dosis, maka telomer-nya pun menjadi semakin cepat memendek. Dan umur-nya pun menjadi berkurang, yang aturannya bisa sampai 100 tahun, kini hanya sampai 40 tahun saja. Di lain itu juga banyak variabel-variabel, seperti stress atau depresi yang membuat semakin menua-nya gen. Atau karena terlalu depresi maka, tanpa pikir panjang untuk bisa lepas dari semua itu ia rela melakukan bunuh diri. Memang "KEMATIAN" seseorang itu ada ditangan Sang Pencipta itu sendiri, tetapi jelas di ayat di atas tadi itu, Allah melarang kita untuk "BUNUH DIRI" yang berarti kita pun bisa sekehendak kita untuk mati.. Tapi itupun banyak variabel-nya karena Allah Maha Penyayang, bisa saja seketika Anda mencoba bunuh diri tapi tidak berhasil atau gagal bunuh diri, karena Allah masih sayang kepada kita, agar kita untuk segera tobat dan minta pertolongan kepada-Nya saja. Jadi inti-nya, jalin-lah hubungan cinta yang kuat dengan Sang Pencipta, agar kita selalu dilindungi-Nya, meskipun saya sendiri mengakui bahwa memang sulit untuk bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan-Nya.

READMORE

Bookmark and Share

Monday, February 16, 2009

MEMBONGKAR TIGA RAHASIA

MEMBONGKAR TIGA RAHASIA

Pak Agus Mustofa meluncurkan buku terbarunya : `Membongkar Tiga Rahasia`. Lewat buku ini pak Agus mengajak pembaca untuk memasuki wilayah gaib yang jarang dibahas, yaitu rahasia Lauh Mahfudzh, rahasia Sunnatullah, dan rahasia Kehendak. Menariknya, pak Agus membahas ketiga rahasia itu tidak lewat pendekatan metafisika, melainkan lewat pendekatan Sains yang menjadi bidangnya. Misalnya, pak Agus membongkar misteri de javu. Kenapa kadang-kadang kita merasa sudah pernah mengalami suatu peristiwa, padahal jelas-jelas peristiwa itu baru pertama kali kita alami, "itu karena, seluruh sejarah hidup kita sebenarnya sudah berada di Lauh Mahfudzh". Jadi kita sedang melihat catatan sejarah kita sendiri, "kata penulis serial tasawuf modern yang laris manis itu". Tentang rahasia sunnatullah, pak Agus membantah tesis Rhonda Byrne dalam buku The Secret. Menurutnya hukum alam bukan hanya The Law of Attraction, seperti dijelaskan buku tersebut. Pak Agus menawarkan pembahasan lebih holistik berdasarkan The Theory of Everything-nya. Prof. Stephen Hawking dan Unification Force-nya Prof. Abdus Salam. Secara piawai pak Agus menjelaskan bahwa segala peristiwa di alam semesta ini ternyata bisa diprediksikan dengan kedua teori tersebut.


Dan, lebih menarik lagi, pak Agus lantas menempatkan pembahasan scientific itu dalam bingkai rahasia ketiga : Kehendak Allah, ia kutipkan ayat-ayat Qur`an yang menjelaskan ternyata Kehendak Allah telah mewujud menjadi segala hukum yang dikenal sebagai Sunnatullah, dan sunnatullah itu lantas mengurai menjadi segala peristiwa yang tersimpan di Lauh Mahfudzh. Maka, barangsiapa memahami ketiga rahasia tersebut, ia bakal sukses dunia-akhirat (STB : Sukses Tanpa Batas/Never Ending Success). Kenapa?, karena ia dapat bocoran isi Lauh Mahfudzh dan bisa menempatkan kehendaknya dalam Kehendak Allah, Sang Penguasa Segala Peristiwa...


Mungkin sebagian Anda ada yang dengan mudah memahaminya dan berhasil membongkar rahasia itu untuk menjadi pengetahuan abadi. Akan tetapi mungkin juga ada yang merasa kesulitan sehingga rahasia tetap tak terbuka. Jika Anda menemukan kesulitan dalam memahaminya, maka pak Agus telah berusaha memecahkannya dengan analogi dan contoh peristiwa. Jika masih sulit dimengerti ulangi lagi menelaahnya. Dan kalau masih sulit memahami maka, tinggalkan saja. Biarlah rahasia tetap menjadi rahasia.

READMORE

Bookmark and Share

Friday, January 9, 2009

BERSATU DENGAN ALLAH

BERSATU DENGAN ALLAH

Pertanyaan klasik yang sering muncul yang biasa dipertanyakan oleh orang yang sedang ingin memperdalam agamanya ataupun orang yang awam mengenai agama, yaitu Di manakah Allah? Bagaimana kita bisa memahami eksistensi-Nya bila kita sendiri kurang bisa mengatur tingkat kesadaran kita. Maksud saya ialah jangankan untuk memahami eksistensi-Nya, untuk sadar bahwa kita hidup di dunia ini fana saja itu kadang-kadang kita terlarut dalam kenikmatan duniawi yang akhirnya dapat menjerumuskan kita menjadi khilaf atau lupa bahwa kita ini tidak kekal hidup di dunia, apalagi untuk `menyadari` eksistensi Allah yang penuh teka-teki.


Lanjutnya, Apakah Allah berada di langit? Langitnya orang Indonesia dengan orang Amerika kan berbeda? Pertanyaan ini cukup untuk menjawab pertanyaan "apakah Allah berada di langit?". Apakah Allah bersemayam di setiap hati manusia? Kalau begitu Allah ada di mana-mana, Allah banyak? Yang pasti Allah itu "ESA" alias satu `Laillahaillahu` tiada tuhan selain Allah. Apakah Allah hanya berada di tempat suci? kalau jawabannya `Ya`, bagaimana dengan Qur`an yang bercerita bahwa Allah itu Maha Meliputi? Dan yang menjadi masalah yaitu pertanyaan "apakah kita ini bersatu dengan Allah?", sebagaimana sebagian orang menyatakan bahwa dirinya tuhan atau Allah seperti yang sudah tidak asing lagi yaitu Syech Siti Jenar (Syeh Lemah Abang) dan Al Hallaj, Naudzubillah... Allah itu Esa!!! manusia ya manusia meskipun dirinya sehebat apa, toh akhirnya akan mati-mati juga.


Buku "Bersatu Dengan Allah" yang dirangkum oleh Bpk. Agus Mustofa ini menjelaskan semua pertanyaan tadi dengan sedikit demi sedikit membongkar tabir ghaib. Tapi sebelum baca buku ini, sebaiknya baca dulu buku karya beliau yang berjudul "Terpesona Di Sidratul Muntaha" dan "Menyelam Ke Samudera Jiwa Dan Ruh" untuk tidak terjadinya distorsi atau penyimpangan pemahaman yang terlalu jauh, agar ilmu yang dapat diserap lebih utuh dari pemahaman pak Agus. Pak Agus dalam memahami segala sesuatunya yang beliau tuangkan di buku-bukunya berdasarkan atas "Keseimbangan", keseimbangan ayat Qauliyah dan Kauniyah yang `Harmonis` yang sungguh sangat menarik untuk kita baca buku-nya dan kita pahami kemudian diamalkan. Selepas dari itu semua saya tidak bilang bahwa pak Agus benar, sebagaimana saya tidak pernah bilang semua orang itu benar. Dan saya juga tidak bilang pak Agus itu salah, sebagaimana saya juga tidak bilang semua orang itu salah. Saya sangat salut terhadap beliau karena beragama-nya tidak hanya ikut-ikutan. Jujur beliau telah memberikan sesuatu nafas segar buat kehidupan saya. Wallohua`lam.

READMORE

Bookmark and Share

Wednesday, December 24, 2008

TERPESONA DI SIDRATUL MUNTAHA

TERPESONA DI SIDRATUL MUNTAHA

Pernahkah anda tahu bagaimana proses perjalanan dengan kecepatan cahaya atau kalau dalam Islam disebut dengan perjalanan Isra? Apakah anda tahu syarat suatu benda atau materi agar bisa menjadi kecepatan cahaya? Teori ilmiah apakah yang bisa menjelaskan perubahan materi menjadi energi cahaya? Bagaimanakah perubahan materi menjadi energi cahaya bisa terjadi? Di manakah langit ketujuh berada? Jangankan langit ketujuh, langit pertama saja para ahli astronomi, kosmologi dan semacamnya sampai sekarang belum pernah ada yang tahu!. Bisa-kah ilmu ilmiah menjelaskan tentang keberadaan langit kedua, ketiga, keempat hingga langit ketujuh? Sebagaimana perjalanan Mi`raj.

Saya akan mengajak anda terpesona di Sidratul Muntaha, dengan beberapa referensi dari buku Agus Mustofa yang berjudul “TERPESONA DI SIDRATUL MUNTAHA”. Di dalam buku ini, bpk. Agus Mustofa menjelaskan atau menjawab semua pertanyaan-pertanyaan di atas baik dari sudut qur`ani (qauliyah) maupun dari sudut kauniyah (pendalaman sains).

Perlu diketahui, badan manusia akan hancur bila mengikuti kecepatan cahaya, jangankan kecepatan cahaya, naik pesawat Hercules atau ulang-alik saja tubuh/badan kita bakal hancur apalagi kecepatan cahaya. Di buku itu, bpk. Agus Mustofa sangat intens dalam memahami proses awal perjalanan hingga akhir perjalanan Isra. Bagaimana beliau menjelaskan dari sudut qur`an dan sains sungguh sangat menarik untuk dipahami. Dan yang memang sangat membuat saya menjadi `TERPESONA`, beliau bisa menjelaskan di mana langit ketujuh dari pendekatan ilmiah, sungguh benar-benar orang yang jenius. Tak hanya dari sudut sains atau ilmiah saja tetapi bpk. Agus Mustofa benar-benar intens dalam memahami al-qur`an. Semua ayat qur`an beliau tuang-kan di buku itu, biar menjadi jawaban yang utuh/tidak setengah-setengah. Benar-benar keseimbangan yang harmonis antara ilmu qauliyah dan kauniyah yang beliau referensikan di dalam buku itu.

Kebanyakan di antara kita masih menduga-duga atau dogma dalam memahami di manakah langit ketujuh? Kalau manusia yang malas berfikir pasti jawabannya, “ah, ngapain juga pusing-pusing mikir gituan yang penting makan”. Kalau yang awam kurang lebih jawabannya, “langit ketujuh berada di atas sana, yang butuh waktu lama sekali untuk bisa sampai sana, yang di setiap perbatasan antara langit dengan langit lainnya terdapat sebuah pintu atau gerbang”. Kalau yang jawab seorang ustad yang tidak mau mencoba explore ayat qur`an, atau takut salah, kurang lebih jawabannya, “tidak usah terlalu dipikir dulu masalah di mana langit ketujuh, sekarang yang penting belajar mengaji dulu saja yang benar, karena takutnya jawaban saya dapat membuat aqidah kamu goyah”.

Saya kurang setuju dengan ketiga bentuk jawaban di atas. Perlu dikritisi, jawaban yang pertama dari seorang manusia yang malas berfikir, ialah kenapa bisa pusing, di qur`an dijelaskan di mana langit ketujuh, untuk yang ini saya prihatin, karena orang yang seperti ini bisa jadi bertuhan kepada kemalasannya, kemalasan dalam berfikir yang membuat manusia menjadi bodoh/jahiliyah dan bertuhan lagi kepada kebodohannya. Jadi dalam beragama, kita harus gunakan akal sehat kita dalam memahami ayat-ayat qur`an. Yang kedua, sudah jelas pendapat ini ialah pendapat klasik, pendapat anak kecil, kenapa seperti itu saya katakan? Ya jelas kenyataan kini di depan mata, langit pertama saja ujungnya belum ada yang tahu, memang benar di qur`an dijelaskan di setiap perbatasan langit ada penjaga, tetapi bukannya pintu atau gerbang atau malaikat penjaga sebagai pembatas. Sekarang kalau langit itu adanya di atas, langitnya orang Indonesia dengan orang Amerika berbeda dong? Karena antara Indonesia dengan Amerika saling bertolak arah. Dan pendapat ini dijelaskan tanpa akar yang kuat, baik dari segi qur`an maupun kauniyah/sains. Pendapat yang terakhir dari seorang ustad atau orang yang lebih mengerti, saya rasa yang membuat aqidah menjadi goyah bukannya karena kita memikirkan di mana langit ketujuh, tetapi kita bakal penasaran terus karena tidak pernah bisa memahami di mana langit ketujuh, dan itu bisa membuat aqidah menjadi goyah. Justru kalau kita bisa explore tentang keberadaan langit, itulah yang akan membuat aqidah menjadi kuat.

Baiklah cukup segitu saja referensi yang saya kemukakan, selebihnya anda bisa membacanya sendiri untuk lebih jelasnya. Buku yang menjelaskan semua statement atau referensi di atas ialah buku yang berjudul “TERPESONA DI SIDRATUL MUNTAHA” karya Agus Mustofa.

Sekarang saya mau tau tanggapan atau komentar anda baik tentang topik tersebut (ISRA MI`RAJ) maupun tentang ustad. Agus Mustofa dengan bukunya itu. Silahkan berkomentar, kritis lebih baik. Semoga bermanfaat.

Nb : Buat teman-teman jika ada yang mau beli buku ini, silahkan order di sini.

READMORE

Bookmark and Share