Tuesday, March 31, 2009

MELAWAN KEMATIAN

MELAWAN KEMATIAN

Ada yang merasa merinding atau merasa takut dengan judul di atas ? Atau bahkan senang karena bisa melawan kematian ? Apakah Anda sudah siap untuk mati ? Bukan ! bukan untuk mati, tetapi untuk hidup yang sesungguh-nya. tahun demi tahun, bulan, hari, jam, menit, sampai detik, terus berlalu. Dan kita sedang mengejar "KEMATIAN" itu. "SADAR" kah saya, Anda, dia, dan semua ciptaan-Nya ? bahwa hidup yang sekarang ini hanya sekedar "MIMPI" atau sendau gurau belaka saja ! Kenapa hidup yang hanya singkat ini, yang fana ini bisa kita bangga-banggakan dengan kesombongan, kekayaan, jabatan ? Kita sadar kita akan mati, bukan ! sekali lagi bukan untuk mati, tetapi untuk menuju kehidupan yang kekal di akhirat.

Tema yang kontroversi ini sengaja saya ulas di sini. Agar "SADAR"-nya kita akan kematian dan cara menjemput kematian itu sendiri. Sekarang-sekarang ini saya sangat prihatin dengan masyarakat di Negri kita ini. Banyak diantara saudara-saudara kita yang mati-nya dengan cara tidak wajar seperti mati dengan cara "BUNUH DIRI" yang dilakukan dengan cara-cara yang berbeda pula. Sebenarnya masalah-nya cukup simple kalau tidak karena "EKONOMI", ya karena "CINTA". Seperti yang kita tau negara kita ini sekarang memang masih banyak kemiskinan, sulitnya mencari sesuap nasi, sulitnya mencari kerja dan sulitnya bersekolah tingkat tinggi. Standart negara ini untuk sekarang bantuan operasional sekolah hanya sampai tingkat SLTP saja. Sedangkan perusahaan-perusahaan untuk bisa merekrut tenaga kerja yaitu yang lulusan pendidikannya minimal SMA atau sederajat. Sedangkan yang SMA atau sederajat saja sekarang sulit untuk mencari kerja, dan apalagi sekarang sedang "KRISIS GLOBAL", dan pertanyaan selanjutnya "DAN APALAGI?". Bisa dibayangkan sendiri oleh Anda, bagaimana nasib seseorang yang hanya berpendidikan "SLTP" untuk saat ini ? Tetapi bukan dengan cara bunuh diri untuk lepas dari kemiskinan atau kesulitan hidup. Allah melarang manusia untuk putus asa apalagi bunuh diri. Untuk bisa lepas dari kemiskinan, Allah di dalam firman-Nya menyuruh kita agar selalu berusaha, bedo`a dan berserah diri atas apa yang telah kita lakukan. Insya Allah, akan ada takdir terbaik untuk kita, asalkan kita tau bagaimana cara browsing takdir, membuka password untuk bisa mengambil takdir, memilih file-file takdir yang baik, dan bila sudah kita tentukan file mana saja yang mau kita ambil, lalu download takdir itu. Memang cukup banyak di antara kita yang belum mengerti tentang bagaimana cara browsing, membuka password, memilih file, dan mendownload takdir. Bagi Anda yang sudah membaca buku "MEMBONGKAR TIGA RAHASIA" karya Agus Mustofa, di buku itu pak Agus sangat gamblang dalam menjelaskan hal takdir. Dengan apa kita browsing, dengan password apa untuk kita bisa mengambil takdir baik, dengan cara apa biar proses download takdir lancar dan super cepat. Ditambah lagi di buku itu dijelaskan "GRAND FORMULA" atau rumus segala sesuatu (theory of everything). Pak Agus membantah tesis "RHONDA BYRNE", Rhonda Byrne menganggap bahwa hukum alam ini tarik menarik, jadi kalau kita berbuat baik maka alam pun akan berbuat baik. Byrne menjelaskan dalam buku-nya yang berjudul "THE SECRET". Tetapi menurut Pak Agus, hukum alam bukan hanya tarik menarik tapi juga ada hukum alam tolak menolak, dan hukum-hukum global yang biasa kita kenal di pelajaran Fisika.

Di atas tadi hanya bayangan sedikit mengenai buku pak Agus yang berjudul "MEMBONGKAR TIGA RAHASIA". Kita lanjut ke topik, yang kedua ialah masalah "CINTA". Orang hanya demi cinta bisa melakukan hal-hal yang di luar nalar (EXTREME) atau apa saja. Ketika seseorang sudah mempasrahkan cinta-nya kepada orang yang dia suka, maka setelah tau bahwa seseorang yang dia cintai itu meninggal atau main serong dengan orang lain. Hidup-nya pun langsung tak terarah, karena mata hati-nya sudah ditutupi oleh cinta dan akhirnya karena frustasi, depresi dan sebagainya, dia rela bunuh diri. Untuk masalah percintaan, sebenarnya kita itu hidup memang harus punya cinta atau seseorang yang kita cintai. Tetapi yang "HARUS" sangat sangat kita cintai yaitu Allah saja. Kenapa ? karena tanpa kita sadari, siapakah yang mengatur denyut jantung kita ? siapakah yang memberikan oksigen untuk kita bernafas ? bisa-kah kita mematikan kuku agar tidak tumbuh, lebih dahsyat lagi siapakah yang mengatur alam semesta yang sangat seimbang itu dan menakjubkan, Subhanallah.... Sekarang, layak-kah kita untuk terlalu cinta kepada seseorang ?! Allah, tanpa kita sadari telah memberikan segala-nya untuk kita, untuk kelangsungan hidup kita. Maka rumus sederhana-nya ialah, bagi orang yang sangat mencintai Allah, maka Allah akan membalas cinta-nya lebih besar dan takdir pun akan lebih baik....

Inti-nya, bisa-kah kita melawan kematian ? banyak diantara kita yang berpendapat bahwa kematian seseorang itu sudah ditentukan sejak sebelum lahir atau sejak berada di dalam kandungan, kapan orang itu mati, di mana matinya, matinya kenapa, dll. Padahal, Allah sendiri melarang jelas kepada ciptaan-Nya dalam Q.S An-Nisaa` ayat 29 yang berbunyi :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Sebenarnya, kita itu bisa melawan kematian.. Di dalam tubuh kita itu sudah ada yang nama-nya "TELOMER" yaitu suatu gen sebagai indikator lifetime kita (waktu hidup kita). Ada yang dilahirkan dengan telomer yang panjang yang berarti usianya bisa sampai 100 tahun, tetapi karena dia perokok berat, sering begadang, sering mengkonsumsi obat-obat di luar dosis, maka telomer-nya pun menjadi semakin cepat memendek. Dan umur-nya pun menjadi berkurang, yang aturannya bisa sampai 100 tahun, kini hanya sampai 40 tahun saja. Di lain itu juga banyak variabel-variabel, seperti stress atau depresi yang membuat semakin menua-nya gen. Atau karena terlalu depresi maka, tanpa pikir panjang untuk bisa lepas dari semua itu ia rela melakukan bunuh diri. Memang "KEMATIAN" seseorang itu ada ditangan Sang Pencipta itu sendiri, tetapi jelas di ayat di atas tadi itu, Allah melarang kita untuk "BUNUH DIRI" yang berarti kita pun bisa sekehendak kita untuk mati.. Tapi itupun banyak variabel-nya karena Allah Maha Penyayang, bisa saja seketika Anda mencoba bunuh diri tapi tidak berhasil atau gagal bunuh diri, karena Allah masih sayang kepada kita, agar kita untuk segera tobat dan minta pertolongan kepada-Nya saja. Jadi inti-nya, jalin-lah hubungan cinta yang kuat dengan Sang Pencipta, agar kita selalu dilindungi-Nya, meskipun saya sendiri mengakui bahwa memang sulit untuk bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan-Nya.

Related Posts by Categories



Bookmark and Share

0 comments: